santri teknologi
JOMBANG – Wajah pesantren di Indonesia terus bertransformasi. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, santri masa kini membuktikan bahwa mengenakan sarung dan peci bukan hambatan untuk menjadi inovator di bidang teknologi informasi. Dalam gelaran Pesantren Tech Expo 2026 yang diadakan di Jombang kemarin, ratusan santri dari berbagai daerah memamerkan karya digital mulai dari aplikasi manajemen zakat berbasis blockchain hingga sistem irigasi otomatis untuk lahan pertanian pesantren. Menyeimbangkan "Kitab Kuning" dan "Coding" Salah satu inovasi yang mencuri perhatian adalah "Smart Pesantren", sebuah platform karya santri Pondok Pesantren Al-Ikhlas. Aplikasi ini mampu mengintegrasikan kurikulum salaf (tradisional) dengan sistem evaluasi digital yang memudahkan wali santri memantau perkembangan hafalan Al-Qur'an anak mereka secara real-time. "Dulu santri identik dengan kesan tradisional yang jauh dari teknologi. Sekarang, kami diajarkan bahwa dakwah paling efektif adalah melalui media yang dipahami zaman, yaitu teknologi," ujar Ahmad Fauzi, salah satu santri pengembang aplikasi tersebut.